Luffy - One Piece

Minggu, 24 Mei 2015

TALK ABOUT MANGA : kunimitsu no matsuri



Kunimitsu merupakan judul manga yang bergenre action komedi. Judul manga ini diambil dari nama tokoh utamanya seorang pemuda berusia 18 tahun, Kunimitsu Mutou. Judul aslinya adalah Kunimitsu No Matsuri. Kata Matsuri iru sendiri jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah pemerintahan. Pemilihan judul dirasa tepat dengan substansi isi dan alur cerita yang disajikan dalam komik ini. Karena itu, dalam komik ini sangat kental nuansa politisnya.



Secara ringkas, komik ini menceritakan tentang perjuangan Kunimitsu Muto yang ingin merubah Jepang karena telah bosan dengan praktik korupsi dan segala kebusukan politiknya. Sebagai tahap awal untuk menunjang karirnya, dia mendaftarkan diri menjadi sekretaris dari seorang politikus,  Ryoma Sakagami,  yang menurut kakek Kunimitsu adalah satu-satunya politikus yang bermoral dan mempunyai etika masyarakat serta politik. Pada ajang pemilihan wali kota di Shincibagasaki, sakagami mendaftarkan diri dan dia mendapatkan rival dari orang bentukan (boneka) yaitu Shinichi Fuwa dari wali kota yang tengah menjabat, Gokita, seorang  politikus busuk yang mempunya banyak skandal korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun, dalam proses pemilihan tersebut banyak dipenuhi unsure tipu muslihat dari Shinichi Fuwa yang ternyata memainkan perannya sendiri (bermuka ganda) dan Gokita. Masalah timbul ketika perusahaan konstruksi swasta SOWA ingin terus mendapatkan tender dari pemerintah, sehingga SOWA pun merapatkan diri ke kubu Gokita. Tidak hanya itu, Fuwa lantas memisahkan diri dari Gokita, terpaksa Gokita mencari kandidat lain karena Gokita sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi terkait dengan regulasi yang berlaku.


Dalam komik Kunimitsu, nampaknya Yuma Ando dan Masashi Asaki selaku pengarang, paham betul dalam memetakan keadaan politik secara global, khususnya di Jepang. Hubungan antara grup kepentingan, grup penekan, pers, dan pemerintahan disajikan serta dijelaskan secara jelas dengan sedikit bumbu konflik diantaranya. Konsep trias politica juga secara jelas dipaparkan oleh Ando dan Asaki. Yang paling terasa dalam membaca komik ini adalah sarat unsure moral dan norma-norma mana yang pantas untuk atau tidak dikerjakan dalam dunia politik. Hal ini sangat pas tentunya sebagai tambahan wacana dan pembelajaran bagi kaum muda mengenai kebijakan-kebijakan politik yang kelak berada dalam tangan kaum muda.



Menarik melihat bagaimana cerita dalam komik ini dibukukan. Komik ini pertama kali terbit di Jepang pada 2006. Pandangan pengarang dalam melihat realitas politik di Jepang dalam level makro maupun mikro sangat terlihat jelas pada konstruksi realitas politik yang dibangun oleh Kunimitsu. Bagaimana Kunimitsu memandang pollitik, konsepsi kesejahteraan masyarakat, dan etika pejabat Negara yang ideal. Dalam pandangan tokoh utama, politik adalah sesuatu yang bersih, berkeadilan dan layak untuk diperjuangkan. Politik memang pada dasarnya akan mengerucut kebentuk paling baik dimana terdapat pencapaian suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan ( Peter Merki, 1967:13 dalam Budiarjo, 2008:15).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar